Jumat, 06 April 2012

17. TEORI MOTIVASI

 Berbagai Teori Motivasi

Motivasi merupakan salah satu faktor pendorong yang ada di dalam diri manusia untuk tergerak melakukan hal apapun baik yang sudah pernah dilakukan maupun yang belum pernah dilakukannya. Motivasi menjadi alasan untuk bertindak dan menjadi faktor yang berpengaruh terhadap perubahan perilaku seseorang. Beberapa motif yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang adalah motif kekuasaan, motif berprestasi, motif bergabung, keamanan, dan motif status. Motif-motif tersebut tergabung dalam beberapa teori motivasi sebagai berikut:

1. Teori Motivasi Klasik

Teori ini dikemukakan oleh Frederik Winslow Taylor. Teori ini menyatakan bahwa motivasi para pekerja hanya untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan biologis saja.

2. Herzberg’s Two Factors Teory

Teori Motivasi Dua Faktor atau Teori Motivasi Kesehatan atau Faktor Higienis dikemukakan oleh psikolog Frederick Herzberg. Menurut teori ini motivasi yang ideal yang dapat merangsang usaha adalah peluang untuk melaksanakan tugas yang lebih membutuhkan keahlian dan peluang untuk mengembangkan kemampuan. Herzberg menyimpulkan bahwa ada dua faktor yang menyebabkan rasa senang dan tidak senangnya pekerja di dalam pekerjaannya.

Faktor pertama adalah kepuasan kerja yang cenderung lebih kepada faktor intrinsik (maintenance factor atau faktor lahiriah). Faktor ini menjelaskan bahwa ketika orang merasa senang ia akan mengkaitkan dengan kemampuan yang ada di dalam diri sendiri.

Faktor kedua adalah ketidakpuasan kerja. Ketika orang sedang merasa tidak senang maka ia akan cenderung menyalahkan faktor-faktor dari luar seperti lingkungan kerja. Oleh karena itu, menurut Herzberg dalam memperhatikan motivasi bawahan harus diketahui hal-hal yang mendorong karyawan melakukan pekerjaan yang menantang sehingga muncul perasaan untuk berprestasi, bertanggung jawab, dan menikmati pekerjaannya. Selain itu hal-hal yang dapat mengecewakan dan menyebabkan ketidakpuasan karyawan perlu dihilangkan.

3. ERG Theory Alderfer Existence, relatednes, and Growth (ERG) Theory dikemukakan oleh Clayton Alderfer seorang ahli dari Yale University. Teori ini juga merupakan penyempurnaan dari teori kebutuhan yang dikemukakan oleh A.H. Maslow. Alderfer mengemukakan bahwa ada 3 kelompok kebutuhan yang utama, yaitu :

• Kebutuhan akan Keberadaan (Existence Needs), berhubungan dengan kebutuhan dasar termasuk didalamnya Physiological Needs dan Safety Needs dari Maslow.

• Kebutuhan akan Afiliasi (Relatedness Needs), menekankan akan pentingnya hubungan antar-individu (interpersonal relationship) dan bermasyarakat (social relationship).

• Kebutuhan akan Kemajuan (Growth Needs), dalah keinginan intrinsik dalam diri seseorang untuk maju atau meningkatkan kemampuan pribadinya.

4. Teori Motivasi Human Relations

Teori ini lebih mengutamakan pada hubungan seseorang dengan lingkungannya. Menurut teori ini seseorang akan berprestasi baik, jika ia diterima dan diakui dalam pekerjaannya dan lingkungannya. Teori ini juga menekankan peranan aktif pimpinan organisai dalm memelihara hubungan dan kontak-kontak pribadi denga bawahannya yang dapat membangkitkan gairah kerja.

5. Teori Motivasi Claude S. George

Teori ini menyatakan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan yang berhubungan dengan tempat dan suasana di lingkungan bekerjanya, yaitu upah yang layak, kesempatan untuk maju, pengakuan sebagai individu, keamanan bekerja, tempat kerja yang baik, penerimaan oleh kelompok, perlakuan yang wajar, dan pengakuan atas prestasi.


Sumber :  http://novriyanti07.alumni.ipb.ac.id/2011/07/12/berbagai-teori-motivasi/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar